Pages

Selasa, 08 September 2009

Kiat Mneghadapi Anak Agresif

- "Kenapa dirusak mobil-mobilannya nak?" teriak seorang ibu pada anaknya yang baru berusia tiga tahun. Wajar si ibu kaget. Pasalnya, kemarin anak itu merengek-rengek minta dibelikan mobil-mobilan. Tapi belum genap sehari, mainan itu sudah berantakan karena dipereteli.

Anak agresif dan "perusak", adalah bagian dari fenomena kehidupan keluarga yang tak jarang dihadapi orang tua. Banyak orangtua yang mengeluhkan, bahwa anak-anak mereka sering merusak segala barang atau mainan yang dimilikinya. Bagi orangtua yang tak sabar, mereka biasanya langsung mencaci, menghukum, atau main pukul. Tapi betulkah tindakan itu?

Orangtua sebaiknya jangan dulu emosi. Sebab apa yang dilakukan anak belum tentu didasari atas niat buruk sebagaimana yang lazim dilakukan orang-orang dewasa. Karena itu disarankan orangtua jangan dulu bersifat reaksioner dan gegabah dalam menilai perilaku agresif anak.

Yang pasti anak memiliki banyak gharizah (naluri) yang mendorongnya melakukan gerakan, bertindak, dan ingin tahu segala sesuatu. Ini pada hakikatnya suatu nikmat Allah yang diberikan pada anak-anak kita. Namun sayangnya, kita--para orangtua-- acapkali kurang menyadari hal ini.

Contoh kasus misalnya, seorang anak mengambil jam tangan bapaknya. Anak itu mulanya ingin sekali mendengarkan detak-detik bunyi jam tangan sang Bapak. Tapi boleh jadi gharizah-nya yang meledak-ledak mendorongnya untuk lebih mengetahui apa yang menyebabkan bunyi itu. Maka ia mulai membongkar dengan maksud akan disusunnya kembali. Sampai di sini apa yang terjadi dapat kita bayangkan. Jam-tangan itu pasti berantakan.

Jika saja hukuman ditimpakan pada anak oleh sang Bapak, jelas si anak akan merasa menderita dan tertekan. Sebab ia tidak bermaksud ingin merusaknya.
Selain itu hukuman itu akan membunuh gharizah anak yang padahal merupakan potensi sangat besar bagi pengembangan intelektual dan kejiwaan anak.

Karena itu sebaiknya orangtua lebih bijak menghadapi kasus anak agresif dan "kreatif". Bahkan jika hal itu terjadi pada salah seorang anak-anak kita, sepatutnyalah kita mensyukurinya. Karena Allah 'Azza wa Jalla melebihkan karuniaNya pada anak kita.

Di bawah ini beberapa kiat menghadapi anak-anak agresif, insya Allah bermanfaat buat kita.

Pertama, orangtua menyediakan alat-alat yang mudah dibongkar-pasang, agar ada penyaluran bagi putra-putri kita yang memiliki gharizah tinggi. Sebaiknya untuk penyaluran hobi anak yang agresif itu, orangtua menyediakan tempat khusus.

Kedua, pilihlah mainan yang murah namun memiliki unsur-unsur yang memacu kreatifitas anak. Bukankah mainan kreatif tidak selalu identik dengan mahal. Jika orangtua bisa membuat sendiri, tentu akan lebih baik. Prinsipnya adalah mainan yang mudah dibongkar pasang. Karena mainan bongkar-pasang itu akan merangsang kreatifitas dan gairah anak.

Ketiga, ada kemungkinan anak "perusak" memang akibat gangguan psikologis karena dilatarbelakangi oleh keadaan keluarga yang "semrawut". Untuk menangani kasus itu, tentu orangtua harus membenahi diri mereka terlebih dahulu. Setelah itu tindakan selanjutnya bisa dikonsultasikan pada psikolog. Yang pasti orangtua harus lebih mendekatkan dirinya pada Allah SWT dan membenahi akhlak dalam keluarga.

Cerita Pohon Bambu

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
Dia berkata kepada batang bambu, “Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…, kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”
Petani menjawab batang bambu itu, “Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
***
Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita menjadi manusia yang berguna. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, “Ini hamba-Mu ya Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki. Hamba siap menjalaninya.”

Saat yang Indah


Terkadang ada saat-saat dalam hidupketika engkau merindukan seseorangbegitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat!

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka;
tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama
pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain,
yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan
ntuk mengubah hari gelap menjadi terang.Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum

Angankan apa yang engkau ingin angankan;pergilah kemana engkau ingin pergi;jadilah seperti yang engkau kehendaki,sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,cukup pencobaan untuk membuatmu kuat,
cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

Mereka yang paling berbahagia tidaklah harusmemiliki yang terbaik dari segala sesuatu;mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapatdiraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu; engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hinggaengkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.

Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Kirimkan pesan ini kepada mereka yang berarti bagimu (aku baru saja melakukannya);kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara;kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya;kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh;kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai;kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.

Jika engkau tidak mengirimkannya, janganlah khawatir,tak ada hal buruk yang akan menimpamu;hanya saja engkau kehilangan satu kesempatanuntuk menyemarakkan hari seseorang dengan pesan ini!!!Jangan hitung tahun-tahun yang lewat,hitunglah saat-saat yang indah &.Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup;Melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia